THINKING OUT OF THE MIRROR  

Posted by vathan_t34r5 in

Hmm...maksudnya apa ya??? Biasanya kan kita sering mendengar kalimat “Thinking out of the box” yang artinya kurang lebih adalah jangan terlalu terpaku pada aturan baku yang terkadang membuat kita “tidak kemana-mana”. Tapi yang satu ini agak berbeda kok... :D . Thinking out of the mirror atau bisa kita artikan secara harfiah Berpikir di luar cermin, maksudnya gimana lagi tuh???
Baiklah, kita mulai dari contoh atau permisalan sederhana dulu ya... Misalnya si-Tonce sedang “bermasalah” dengan si-Ance, berarti ada dua sisi yang sedang “bermasalah”, benar kan??. Jika kita misalkan lagi, Tonce sebagai orang yang sedang bercermin dan Ance adalah bayangan di cermin. Tonce merasa bahwa dirinya yang original, tapi apakah kita pernah tahu apa yang dipikirkan oleh sebuah bayangan?? Yak!! Sepertinya hampir semua orang merasa bahwa dirinya sendiri adalah yang original dan bayangan yang di cermin itu hanyalah duplikat diri kita. Nah! Itulah masalahnya, si-Tonce tidak pernah merasa dia adalah bayangan, dia adalah original, dia adalah sisi yang “benar” dan si Ance adalah bayangan serta berada di sisi yang salah. Eiitzz.... ternyata si-Ance juga merasa dialah yang original dan si-Tonce adalah bayangan. Nah???
Jika kita misalkan ketika kita sedang bermasalah dengan orang lain seperti kita sedang bercermin, maka seperti kebanyakan “kita” yang lebih sering memandang sesuatu hanya dari sisi kita sendiri dan hanya merasa “benar” sendiri, kita sangat jarang memandang sesuatu dari sisi yang satu lagi yaitu sisi lawan kita. Kita tidak pernah mencoba untuk berpikir menjadi “bayangan” kita, dan “bayangan” kita pun tidak pernah berpikir menjadi diri kita.
Baik, seperti biasa, agar lebih mudah dipahami saya buat seperti sebuah dialog tanya jawab saja, OK! Yang di sebelah kiri dan di dalam tanda “kutip” adalah pertanyaan dan kalimat selanjutnya adalah jawabannya.
“Kalau sudah begini (kasus di paragraf 3:red) kapan selesainya??”, Tentu tidak akan selesai.
“ Jadi bagaimana solusinya???”, Karena itulah makanya saya bilang berpikirlah di luar cemin.
“ Lho, saya kan lagi bercermin, berarti saya kan sedang berada di luar cermin dong??”, Hmmm....yang begini nih.....tambeng! (tidak bisa diberi tahu:red), coba baca lagi paragraf 2, kalau bayangan anda merasa sebagai dirinya original, berarti anda adalah bayangan yang di dalam cermin kan?? Berarti anda dan bayangan anda sama-sama di dalam cermin. Sudah mengerti?
“Oooh...begitu ya??” , Iya begitu.
“Jadi maksud berpikir di luar cermin itu apa?”, Haduuh....lemot amat yak?? Maksudnya coba berpikir sebagai orang yang tidak berhubungan dengan cermin alias orang yang tidak berhubungan dengan masalah itu alias lagi sebagai pihak netral.
“Jadi harus ada pihak ketiga yang netral??”, Pihak ketiga yang netral itu dibutuhkan kalau anda tidak bisa berpikir di luar cermin, kalau anda sudah bisa tentu tidak dibutuhkan lagi, karena sudah tentu anda bisa menyelesaikan semua masalah dengan baik.
“Iya juga ya.... ada contoh lain ga biar saya lebih bisa paham?? Masih agak bingung nih!!”, contoh lain, coba anda bayangkan anda sedang nonton pertandingan catur, kira-kira lebih hebat siapa antara anda dan para pemain itu?
“Oooh...sepertinya saya deh yang lebih hebat...hehe...”, Iya, karena anda bisa melihat semua strategi di kedua pihak, berikut segala kelebihan dan kekurangannya.
“Begitu ya?? Yak!!! Sekarang saya sudah mengerti”, Nah, begitu yang saya maksud dengan berpikir di luar cermin.

Huffft....cape juga nulisnya...hehe....sepertinya sekian dulu postingannya, semoga bermanfaat bagi kita semua ya...maaf masih berantakan, maklum baru belajar nge-blog, jangan sungkan kalau ada yang mau memberi kritik dan saran silahkan tulis komentarnya.... :D



Share/Save/Bookmark

This entry was posted on Minggu, 19 Juli 2009 at 23.26 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

1 komentar

ga bisa liat cahaya itu... adalah orang2 yg banyak dosanya... makanya cepet2 bertaubat. dan temukan cahaya mu....

13 Agustus 2009 16.27

Posting Komentar